3 Hari Berkelana di Music Scene Indonesia: Synchronize Fest 2018

Written by
3 Hari Berkelana di Music Scene Indonesia: Synchronize Fest 2018

Kalimat yang paling saya ingat mengutip dari Iga Massardi saat penampilan Barasuara di hari pertama adalah; “Ketika ada yang bertanya, seperti apakah musik Indonesia, maka datanglah selama 3 hari ke Synchronize Fest— dan seperti itulah musik Indonesia.” Saya rasa semua penonton berteriak setuju. Berbagai macam warna, dalam arti sebenarnya, tersemburat di berbagai sudut festival ini. Tak main-main, ada 6 stage yang masing-masingnya menampilkan musisi lintas genre dan generasi. Selama ini, saya belum pernah mendatangi sebuah festival dengan jumlah stage yang… Hmmm… Rasanya tidak cocok juga dibilang mubazir karena setiap stage memiliki fasnya masing-masing. 6 stage! Saya dibuat kagum dengan penataan lokasi yang terasa begitu pas. Stage di setiap ujung lokasi, booth dari tenant yang tidak mengganggu pemandangan, hingga ruang-ruang yang digunakan oleh local brand untuk memampang barang dagangan mereka.

sync1

Penampilan di hari pertama yang wajib di-highlight selain penampilan Barasuara yang begitu meriah juga adalah penampilan dari Rock N Roll Mafia yang rasanya terakhir kali saya tonton ketika jaman SMA. Mereka menggandeng Petra Sihimbing dan Danilla sekaligus dalam alunan Zsa Zsa Zsu. Di stage yang sama kemudian juga bersambung dengan penampilan dari SRXBS yang tak lain adalah Stars & Rabbit X Bottle Smoker yang tampil beda dengan sentuhan topeng mereka.

sync2

 

Hari kedua Synchronize Fest pengunjung semakin menggila, jumlahnya membludak dan memenuhi hampir setiap stage yang tersedia. Jelas, orang-orang yang siap bernostalgia ada di barisan terdepan menyaksikan Clubeighties, Goodnight Electric, Sheila on 7, Hingga Project Pop yang super menghibur. Saya tak berhenti senyum ketika Project Pop membawakan Pacarku Superstar. Siapa sangka, tak ada jempol yang absen di penampilan penutup yang begitu spektakuler dari Soneta malam itu. Baru kali ini saya melihat kejadian yang pantas diberi judul ‘mendadak dangdut’, apalagi ketika tajuk Terajana dimulai. Riuh!

sync3

Saya dan kawan-kawan yang lain agak terlambat datang di hari terakhir, pas ketika Ramengvrl menutup Penampilannya dengan Ca$hmere. Baik. Waktunya berjalan-jalan! Best achievement so far: Bertemu Rayi ‘RAN’ yang juga sedang berjalan-jalan seusai manggung dengan grupnya. Beralih ke stage yang agak besar, kami menemui Rocket Rockers yang tampil beda dengan kostum nyelenehnya, terutama Bisma yang mengenakan kostum a la Marilyn Monroe lengkap dengan wig putihnya. Generasi yang menggilai Jamrud ketika jaman sekolah hadir, membantu menyanyikan Surti & Tejo dengan energi maksimal. Pee Wee Gaskins pun membawakan beberapa lagu dari EP terbaru mereka sembari mengenakan piyama sebagai kostum mereka kali itu. Bagaimana dengan penampilan Dewa 19? Barang tentu terkoyak-koyak hati pengunjung Synchronize Fest. Penutup yang spektakuler! Saya sendiri pun hanya bisa menyaksikan dari jauh karena pengunjung memenuhi area stage utama.

sync4

 

Banyak pengalaman baru yang saya dapat hanya dari Synchronize Fest, sebuah festival yang menyatukan segala jenis selera musik. Seolah berjalan-jalan melintasi zona waktu yang berbeda. Membuktikan musik Indonesia ternyata punya warna yang begitu beragam dan saya sudah tidak sabar untuk Synchronize Fest tahun depan!