A WEIGHTLESS WEEKEND WITH ALL TIME LOW AT HODGEPODGE FEST

Written by
A WEIGHTLESS WEEKEND WITH ALL TIME LOW AT HODGEPODGE FEST

Bicara mengenai festival, tentu kini tidak melulu diisi dengan line up yang memiliki genre serupa. Multigenre festival kini sedang digandrungi. Seolah menjawab keinginan insan muda, Java Festival Productions menciptakan Hodgepodge Festival untuk pertama kalinya di Allianz Eco Park Ancol tanggal 1 & 2 September lalu.

Line up yang disajikan tidak main-main, mulai dari band indie abisssss semacam The Brandals hingga penyanyi dengan lagu yang super dancy seperti Tayla Parx. Tapi jangan sedih, artist lokal juga cukup banyak memeriahkan event ini.

IMG_9504

Hari pertama saya menginjakkan kaki di event ini, tentu yang saya perhatikan adalah layout dan penempatan stage dan booth yang pas. Walau tidak banyak aktivitas yang saya bisa lakukan di booth seperti pada festival umumnya, tapi penempatan stage utama yang bersebelahan agak mengingatkan saya pada festival seperti Laneway. Tak cukup dua stage utama, masih ada dua stage lainnya yang terletak agak jauh dan bersebrangan. Dekorasi yang dibuat berwarna-warni didominasi oleh hiasan lampu mempermudah para narsis untuk berfoto ala festival. Pun, saya, berfoto di salah satu instalasi lampu-lampu mereka. The Libertines menjadi alasan utama kebanyakan penguntung di hari pertama.

Yang paling spesial dari festival kali ini adalah adanya kesempatan bagi saya untuk mewawancarai langsung band asal Maryland, All Time Low! Perjuangan di hari kedua untuk menemui mereka akhirnya membuahkan hasil sebuah pembicaraan yang seru:

Eiza: Hey All Time Low, everything is fine?

All Time Low: Hey, haha! Ya, menyenangkan sekali bisa kembali ke Jakarta setelah 5 tahun.

Eiza: Ini adalah part dari SummerEverAfter tour dan gimana rasanya bisa sepanggung dengan Dashboard Confessional (beberapa waktu lalu)?

Alex: Dashboard Confessional adalah sebuah band yang kami dengarkan sejak lama, rasanya aneh bisa tur bersama dengan band yang kami tonton di TV sepulang sekolah.

Jack: Ya, agak lucu juga.

Eiza: Ketika pertama kali diberi tahu akan tur ke Indonesia, apa yang pertama kali muncul di benak kalian?

Alex: Wild shows! Kami hanya pernah kesini dua kali dan keduanya selalu memorable. Selalu tentang fans yang gila.

Eiza: Bagaimana dengan cewek-cewek yang sering meneriakkan nama kalian?

Jack: Haha, ya! Selalu di luar dugaan!

Eiza: Sudah lama sekali sejak kami (fans Indonesia) tidak melemparkan barang-barang aneh ke panggung kalian. Apa yang kalian perkirakan akan terjadi?

Jack: Wow, iya. Itu selalu terjadi. Kami hanya berharap yang terbaik. Sudah 5 tahun sejak kami terakhir kesini, jadi aku tahu rasanya bagaimana melihat sebuah band yang sudah lama tidak datang, aku bisa merasakan kehebohan itu. Aku bisa merasakan energinya.

*sadly, none of Indonesian fan threw their bra last night, just a flower crown, a squishy (?), and a hat for Jack*

Eiza: Berbicara mengenai festival, sekarang banyak sekali festival dengan genre yang berbeda-beda. Apakah kalian ingat festival favorit kalian?

Alex: Ya, aku suka sekali Reading Festival di UK, kami main mungkin empat atau lima tahun lalu (mereka bermain tahun 2012- red.), entah mengapa itu selalu hujan, dan mungkin karena hal itu semuanya menjadi menggila.

Jack: Aku ingat, selain kita disana juga ada Paramore, Weezer, Blink 182, dan mereka-mereka adalah line up yang hebat. Aku selalu ingat itu karena acaranya sangat menyenangkan.

Eiza: Bagaimana rasanya satru panggung dengan idola kalian?

Rian: Hahaha, terkadang rasanya lama-lama akan terbiasa.

 b1292349-8f09-4714-98aa-6497588c89db

Waaah, rasanya saya sih akan sulit untuk merasa terbiasa mengobrol dengan rockstar di hadapan saya ini. Malam tadi, mereka membawakan 16 lagu dengan lengkap, sama seperti setlist yang mereka bawakan juga saat tur di US. Betapa sebuah penutupan yang memuaskan, kombinasi yang pas dari lagu terbaru mereka seperti Everything Is Fine dan Birthday, hingga ke lagu lama seperti Missing You dan Dear Maria Count Me In.

IMG_9450

Walau tak seramai yang saya bayangkan mengenai festival musik indie dan hype, tapi saya harap kita masih bisa bertemu dengan Hodgepodge Festival tahun depan!