iPhone terbaru, Bergengsi atau ?

Written by
iPhone terbaru, Bergengsi atau ?

Sebagai mahluk sosial, bukan hal yang aneh jika kita menghalalkan banyak cara untuk berinteraksi dengan orang. Mulai dari memiliki berbagai akun sosial media, medokumentasikan moment untuk sekedar di “update” atau bahkan mengikuti berbagai acara sosial dan hal semacamnya. Secara tidak langsung, hal-hal seperti itu meningkatkan gaya lifestyle kita yang mungkin semulanya biasa dengan perkembangan atau update jaman, tiba-tiba menjadi excited dan terobsesi mendapatkan hal-hal baru yang di anggap trend. Yang paling disorot atau menjadi spotlight sekarang adalah keluaran terbaru brand Apple,iPhone 8, iPhone 8 Plus dan iPhone X. Terutama dari segi harga yang sudah menjadi-jadi mulai dari 9 juta hingga 13 juta, itupun dengan seri terendah alias minimal harga untuk satu alat “canggih” yang daya tahannya tidak lebih dari 10 tahun.

Ada beberapa hal yang menarik tentang peluncuran iPhone seri terbaru ini dimulai dari saat “Perkenalan”.  Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia mati meninggalkan nama. Pribahasa yang sangat sesuai untuk produk Apple selama berkaprah. Ketika perusahaan Apple mengeluarkan seri terbarunya, dengan menggunakan ciri khas perkenalannya yaitu, membuat undangan untuk menghadiri suatu ruangan yang nantinya akan disajikan presentasi tentang produk tersebut. Hal ini sudah berjalan dari awal Apple mengenalkan produk pertamanya, hingga sekarang saat founder nya, Steve Jobs sudah tidak lagi muncul. Tapi untuk menjaga ciri khas tersebut, peluncuran seri terbaru kali ini tetap menampilkan Steve Jobs yang diwakilkan presentasinya oleh CEO Apple Tim Cook.

iphonepricecomparison

            Jika anda salah satu penyuka atau bahkan pengguna iPhone, dari tahun ke tahun pula iPhone selalu memperkenalkan seri terbaru secara perlahan atau satu per satu. Baru di tahun ini, iPhone terlihat gencar untuk memperkenalkan seri terbarunya. Dimulai dengan memperkenalkan iPhone 7 Red sebagai tanda 10 tahun bekerja sama dengan Red yang merupakan lembaga amal untuk pendanaan riset AIDS dan penyakit lain. Sebagai iPhone “Limited Edition” yang dikeluarkan pada bulan maret tahun ini, seri yang di bilang terbatas ini tidak disampaikan berapa jumlah produksinya. Padahal tidak beberapa lama berselang, baru saja diperkenalkan iPhone 7 dan iPhone 7 plus. Apple jelas tidak mau menyia-nyiakan momentum tercetus nya keluaran terbaru iPhone 7 dan langsung memberikan iPhone 7 RED yang hanya berbeda bagian luarnya dengan memberi warna merah mencolok.  Kehadiran iPhone 7 juga tidak memberikan dampak yang signifikan untuk penurunan harga iPhone seri sebelumnya.

3 iPhone yang dirilis secara bersamaan berhasil memberikan dampak yang luar biasa pada harga iPhone seri- seri sebelumnya. Sebut saja “adik” sebelumnya yaitu iPhone 7, iPhone 6s dan iPhone SE yang nantinya iOS 11 hanya bisa di update di seri-seri tersebut September mendatang. iPhone tanpa update iOS sama saja mati. Memang iOS yang lama akan tetap bertahan, namun jelas tanpa meningkatnya atau di upgrade akan mengalami kemunduran yang jauh dengan pengguna-pengguna iPhone yang baru. Secara langsung pula Apple menawarkan potongan harga atau diskon untuk seri-seri lama saat memperkenalkan yang baru.

iphone-ten

Harga jual dari seri-seri terdahulu juga makin murah di pasaran. Melihat realita yang luar biasa ini, Apple sangat pintar untuk mendorong para penggunanya “meng-upgrade” seri lama menjadi baru secara terus menerus. Mengeluarkan sifat dasar manusia yang tidak pernah puas dan selalu memberikan yang terbaru , terlihat makin dibutuhkan di masa sekarang dengan giat nya internet yang semakin luas bahkan memberikan sensasi “prestigious” sebagai pengguna yang setia. Padahal melihat pembuatan iPhone sendiri dengan harga seperti itu, rasanya memang lebih cocok pengguna nya ialah eksekutif-eksekutif atau pembisnis yang membutuhkan mobile  yang tinggi dibandingkan dengan pengguna yang menggunakannya sebagai bagian dari lifestyle.

Bagi yang bukan pengguna atau bahkan tidak tertarik dengan brand Apple, atau tertarik tapi tidak terima dengan harga yang di banrol tentu saja perkenalan seri terbaru kali ini menjadi bentuk “keramaian” yang terjadi di era modern ini. Semakin tinggi tawaran teknologi yang canggih tapi belum tentu bisa berdampak besar pada masyarakat umum menjadi pemikiran untuk menyediakan dana sebanyak itu demi sebuah benda yang sekali lagi tidak memiliki jangka usia panjang seperti barang lainnya.