LA LA LA FESTIVAL, “It’s Magical!”

Written by
LA LA LA FESTIVAL, “It’s Magical!”

Kali kedua LaLaLa Fest di tahun 2018 ini nampaknya akan menjadi tahun
yang sangat menentukan bagi keberlangsungan penyelanggara event ini, secara, di
kali pertamanya pada bulan November 2016 lalu, festival ini mendapat banyak
sekali kritikan maupun masukan dari segi venue maupun ‘urusan panggung’-nya.
Tapi, satu hal yang saya dapat, merugi-lah Insan Muda yang gak datang ke LaLaLa
Fest tahun ini karena semuanya jauh lebih keren dari yang sebelumnya. Jauh!
Berarti tahun ini lolos ya untuk jadi tolak ukur buat jadi pertimbangan datang atau
enggak-nya di LaLaLa fest berikutnya?
At a glance, there’s so many improvement yang dilakukan dari pihak
penyelanggara, The Group. Dari segi lokasi misalnya, tahun ini LaLaLa Fest sudah
resmi menjadi bagian dari Orchid Forest Cikole, Lembang. Jadi, no wonder kalo dari
segi tempat mereka sudah sangat-sangat proper. Belum lagi, dekorasi yang luar
biasa keren untuk menyulap hutan polos ini menjadi sebuah festival hutan yang so
colorful dan membuat seluruh pengunjung yang datang benar-benar memanfaatkan
setiap spot yang ada disini untuk berfoto-foto. Everything here is so Insta-worthy!

IMG_1300 3AC4A9CB-5DED-42AC-9EE7-2ADE235EB5A4

 

Hal lain yang jadi perhatian LaLaLa Fest adalah outfit dari para pengunjung
yang gak kalah eye-catchy, meskipun memang yang hadir sebagian besar sudah gak
terlalu bergaya bohemian, since we are all know, it’s a forest festival and it’s held in
the real forest. To wear something that keep you warm and comfortable is a must.
Apalagi sepatu, duh, kayaknya sayang banget kalo sampai ada pengunjung yang
pake sepatu warna putih karena hampir sebagian tanahnya berlumpur, meskipun
sebagian besar lagi sudah pakai paving blocks. Oh, thank God! Syukur-syukur juga
sampe akhir acara saya gak melihat ada yang pake high-heels, kalo sampe ada, wah,
no comment deh, asli.

Transportasi juga jadi hal yang dipikirkan mateng-mateng oleh pihak
penyelenggara kali ini. Melihat kondisi ruas jalan from Bandung to Lembang yang kayaknya cuma segitu-segitu aja (sempit –red), membuat mereka menyediakan shuttle bus dari Blue Bird yang menurut saya adalah life saver banget. Rutenya dimulai dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dengan jadwal keberangkatan
pukul 10 pagi dan jam 2 siang menuju ke venue, dan arah sebaliknya atau arah
pulang dari Lembang menuju ke Bandung jam 2 subuh dini hari sampai acara benar-
benar selesai.
Talking about the event itself, LaLaLa Fest tahun ini punya 2 stage, Navajo dan
Ombre. Begitu masuk ke area, yang paling dekat dengan entrance adalah Ombre
Stage. Dibuka dengan penampilan sekumpulan talent bandung yang menamakan
dirinya Moko Discover pada pukul 1 siang, dilanjut seterusnya oleh penampilan dari
DizzyHead, Gabriel Mayo, Radak Banu, Reality Club, Adhitia Sofyan, RKCB, Wafia,
Dipha Barus x Kallula x Nadin, Route 94 dan diakhiri dengan penampilan dari
Bondax. Sedangkan Navajo Stage yang paling besar dan berjarak cukup jauh dari
stage sebelumnya, menyuguhkan penampilan dari sang DJ asal Jakarta yang juga
adalah kakak kandung dari rapper kebanggan Indonesia saat ini, Rich Chigga, gak
lain dan gak bukan adalah ROYCDC. Dilanjut oleh penampilan dari TEN2FIVE yang
sukses bikin para penonton terbawa suasana dengan lagu-lagunya, Rendy Pandugo
yang juga bikin cewek-cewek baper dengan suara dan kegantengannya karena
disebut-sebut sebagai John Mayer-nya Indonesia. Dilanjut lagi oleh penampilan dari
Pusakata, kemudian ada The Groove yang bikin vibe joget makin terasa, Tom Odell
yang bikin penonton syahdu dengan suasana Lembang yang semakin dingin
menjelang malam, Blackbear yang bikin semua penonton histeris dan makin rame
dengan penampilan super dari penyanyi yang juga bisa dibilang seorang rapper asal
California ini. Serta, yang paling klimaks adalah penampilan dari Oh Wonder karna
sukses menyihir semua penonton di LaLaLa Fest sing along, baper, maupun bahagia.
Bener-bener campur aduk deh perasaan pas nonton Oh Wonder manggung disini.
Belum lagi, sang vokalis cewek, Josephine, sempat beberapa kali speak in bahasa
Indonesia, and she’s good at it aka fasih banget untuk beberapa kalimat yang saya
rasa cukup panjang, lol!

IMG_1309 IMG_1347 IMG_1348

 

Terakhir, ditutup oleh penampilan dari Blonde buat para pengunjung yang gak-
mau-pulang- maunya-digoyang.
Gak lupa buat diceritain, saya & Eiza juga berkesempatan buat interview 2
line up terbesar LaLaLa Festival tahun ini, Blackbear dan Oh Wonder. Dari obrolan
kami, kami menyimpulkan kalo mereka bener-bener excited dengan kedatangan
mereka pertama kalinya di Indonesia dan banyak hal baru yang mereka rasakan,
meskipun ini bukan pertama kalinya mereka tampil di forest festival semacam
LaLaLa Fest ini.

IMG_1496 70F26478-1BB1-4059-9B34-6D7DA5F51885

IMG_1467 555968FF-62E2-460D-ADCC-A2F4D8567BD1